Sayap.News.Barru–Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari melakukan penyerahan buku rekening kepada penerima Optimalisasi Lahan( OPLAH) Non Rawa, Kamis(10/10/2025) di Baruga Singkerru Adae. Penyerahan buku rekening untuk kelompol tani ini ikut dihadiri Wabup Abustan, Ketua DPRD Syamsuddin Muhiddin, Pj Sekda Abubakar dan unsur Forkopimda.
Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari merasa bersyukur dihadapan kelompok tani karena tidak semua kabupaten menerirma program Optimalisasi Lahan Non Rawa.
Semua ini tercapai karena kerja-kerja kita membangun kekuatan jaringan hingga Kementerian Pertanian sehingga digelontorkan dana OPLAH sebesar Rp 41,4 Milyar.
“Alhamdulillah nilai ini sebuah angka fantastis yang masuk ke Barru. Kita berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo melalui program Asta Cita sehingga OPLAH bisa sampai kepada Kelompok Tani,” ujar Andi Ina.
Bupati juga mengingatkan kepada semua kelompok tani penerima dana program OPLAH untuk memanfaatkan sebaik-baiknya dalam pengelolaan dana yang akan langsung masuk ke rekening masing-masing. Tentu alokasi dana ini juga akan dipantau langsung pihak Aparat penegak hukum.
Kelayakan penerima program OPLAH kata Andi Ina karena tidak serta merta bisa diterima begitu saja. Tetapi melalui proses verifikasi.
“Kita berharap dengan program OPLAH ini petani semakin meningkat kesejahteraannya dan perputaran ekonomi semakin lancar sehingga akan ikut membantu mengurangi angka kemiskinan,” ucap Andi Ina.
Sebelumnya Kadis Pertanian Barru Ahmad melaporkan bahwa di Sulsel hanya 7 kabupaten yang menerima OPLAH Non Rawa. Barru salah satu dari penerima Oplah.
“Kita memiliki 1.946 hektar luas lahan Optimalisasi Lahan Non Rawa dengan jumlah kelompok tani pengelola sebanyak 82. Dari program bantuan APBN ini diberikan sarana benih, pupuk, pemberdayaan brigade,” ungkap Ahmad
Dikatakan, program bantuan senilai Rp41,4 miliar tersebut dialokasikan masing-masing sebesar Rp8,9 miliar untuk 82 kelompok tani dan Rp32 miliar untuk 11 Brigade Pangan, dengan total luas lahan yang dioptimalkan mencapai sekitar 1.443 hektare yang tersebar di tujuh kecamatan.
Ahmad juga menegaskan bahwa capaian pelaksanaan Oplah 2025 akan menjadi dasar penilaian bagi keberlanjutan program di tahun 2026. Ia juga mengapresiasi dukungan Bank BPD Sulselbar sebagai mitra penyalur dana program.( Khalil)










