Sayap.News.Barru— Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barru menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barru Jum’at(22/8/2025). Raker yang dipimpin oleh Ketua Komisi I, Mursalim Abdullah, ini bertujuan untuk membahas relokasi warga Dusun Lappadare, Desa Mattirowalie, Kecamatan Tanete Riaja yang terdampak bencana.
Kepala BPBD Barru, Umar, dalam rapat tersebut menyampaikan data dan analisis terkait kondisi geografis Dusun Lappadare yang dinilai rawan pergerakan tanah dan longsor. “Kondisi di lapangan menunjukkan Dusun Lappadare berada di zona bahaya, sehingga relokasi menjadi opsi terbaik untuk menjamin keselamatan warga,” ujar Umar.
Umar juga memaparkan progres rencana relokasi yang telah disusun oleh BPBD, termasuk pendataan warga dan survei lokasi alternatif.
Sementara itu Ketua Komisi I DPRD Barru, Mursalim Abdullah mengapresiasi langkah cepat yang diambil BPBD Barru. “Rapat ini menjadi momen penting untuk menyelaraskan kebijakan dan memastikan proses relokasi berjalan transparan serta adil bagi masyarakat,” kata Mursalim. Ia menegaskan, Komisi I akan mengawal setiap tahapan relokasi, mulai dari penentuan lokasi hingga pembangunan infrastruktur dasar di tempat baru.
Rapat ini turut dihadiri Camat Tanete Riaja dan Kepala Desa Mattirowalie, yang memberikan masukan langsung terkait kondisi sosial dan kebutuhan mendesak warga. Mereka menekankan pentingnya komunikasi intensif dengan masyarakat agar tidak menimbulkan keresahan.
”Kesimpulan dari rapat ini, Komisi I DPRD Barru dan BPBD sepakat untuk berkolaborasi secara intensif dalam menindaklanjuti rencana relokasi. Rencananya, tim gabungan dari DPRD dan BPBD akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak dan lokasi relokasi potensial dalam waktu dekat. Diharapkan, proses ini dapat diselesaikan dengan cepat dan efektif demi kesejahteraan dan keamanan warga,” ucap.Mursalim.( Khalil)










