Barru Kabupaten Bersejarah, Bukan Daerah Biasa

- Jurnalis

Minggu, 30 November 2025 - 20:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sayap.News.Barru – Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan Napak Tilas ini adalah untuk memperkenalkan bahwa Kabupaten Barru itu bukan kabupaten yang biasa-biasa saja tapi Kabupaten Barru itu Adalah kabupaten yang penuh dengan sejarah.

Penegasan itu diungkapkan saa menerima arahan dari Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari untuk memberikan sambutan pada malam ramah tamah Napak Tilas Napak Tilas Rute Andi Mattalatta Garongkong – Paccekke, di Lapangan Monumen Paccekke, Kecamatan Soppeng Riaja, Sabtu malam (29/11/2025).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menuturkan, salah satu sejarah yang ada di Barru adalah bagaimana Mandat yang diberikan oleh Jenderal Sudirman Untuk membentuk Tentara Republik Indonesia (TNI saat ini) Itu Ada di Barru. Pada saat itu kata Wabup, ada 3 kapal yang berlayar dari Jawa, Satu yang dibawa pimpinan Andi Mattalatta Mendarat di Garongkong, Yang keduanya itu Mendarat di Wiringtasi Mangkoso Yang ketiga Itu mendarat di Suppa Kabupaten Pinrang.

Dan ternyata, sambungnya, tadi pagi Ia bersama Ibu Bupati meninjau daftar nama pejuang yang terukir di Monumen Pendaratan Garongkong. Dari nama-nama itu, di antaranya ada yang menjadi Panglima TNI, Pangdam, Bupati / Walikota, Komandan Korem.

” Semua jabatan itu mereka raih bukan karena kebetulan, tetapi karena perjuangan. Karena kesediaan mereka untuk memilih antara merdeka atau mati ”

Baca Juga :  Wabup Abustan Puji Owner Zam-zam Center Pemberi Manfaat Untuk Warga Barru

Ia kembali menegaskan bahwa nilai sejarah inilah yang membuat Paccekke ditetapkan sebagai Desa Wisata. Ia menyebut salah satu ikon pentingnya adalah monumen yang berdiri di sisi kiri kawasan Paccekke. Monumen tersebut, katanya, dibangun pada tahun 1947 tanpa menggunakan semen, namun tetap kokoh menjadi penanda perjuangan masa lalu.

“Monumen ini baru kita rehab pada tahun 2000, saat Bapak Andi Muhammad Rum menjadi Bupati Barru. Meski direhab, bentuk aslinya tetap dipertahankan,” ujarnya

Wabup juga menyinggung keberadaan monumen kecil di puncak gunung Paccekke yang menyimpan cerita sejarah militer. Ia menjelaskan bahwa tempat tersebut dahulu digunakan sebagai lokasi pembaretan prajurit Raider, namun katanya, tradisi itu kini tak lagi dilaksanakan.

Wabup mengungkapkan, bahwa Kementerian Kehutanan RI telah menetapkan kawasan hutan Paccekke seluas 229 hektare sebagai Hutan Pendidikan. Pengelolaannya dipercayakan kepada Universitas Muhammadiyah Makassar dengan konsep Shinrin Yoku, atau forest healing ala Jepang.

Ia berharap agar pelaksanaan Napak Tilas tahun depan dapat digelar lebih besar dan lebih melibatkan unsur TNI. Ia mengusulkan agar format kepanitiaan kembali seperti awal, yakni berada di bawah Kodam XIV/Hasanuddin. Ia berharap rencana ini dapat tersampaikan kepada Pangdam sehingga sinergi bersama TNI semakin kuat.

Ia juga menawarkan konsep baru, yakni menghadirkan dialog sehari sebelum kegiatan utama. Dialog tersebut dapat membahas perjalanan sejarah Mayjend A. Mattalatta, tokoh-tokoh yang terlibat, termasuk mengundang para keturunannya. Lokasi yang dinilai tepat adalah Tanah Maridie, kediaman keluarga Mayjend A.Mattalatta.

Baca Juga :  Bupati Andi Ina Minta Warga Mallusetasi Ikhlas Dalam Pengabdian

Terkait buku sejarah yang tengah disusun Desa Paccekke, ia menyampaikan bahwa proses penyuntingan sementara berlangsung. Ia berharap nantinya buku tersebut dapat dieditori oleh Puang Ilham sebelum dicetak.

Wabup juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Napak Tilas yang berjumlah 130 tim, juga para donatur dan pihak-pihak yang berkontribusi.

Di akhir sambutannya, Wabup berharap kegiatan ini membawa keberkahan bagi Kabupaten Barru.

” Sesuai tagline Bupati Barru, “Singgah di Barru,” kegiatan ini dapat mendorong peningkatan kunjungan ke Kab Barru, khususnya ke Desa Paccekke sebagai salah satu pusat sejarah penting,” pungkasnya.

Pada momen ini, jugadilakukan penyerahan Buku Otobiografi Mayor Jenderal Purnawirawan H. Andi Mattalatta ” Meniti Siri’ dan Harga Diri : Catatan dan Kenangan / Andi Mattalatta serta penyalurkan bantuan paket sembako kepada 80 KK di Desa Paccekke.

Terpantau hadir, Nyonya Sri Wahyuni Fibriyanto, Andi Ilham Mattalatta (Putra Mayjend. Purn. Andi Mattalatta), Dandim 1405/Parepare, Wakapolres Barru, Pj Sekda Barru,Para pimpinan OPD, Ketua PMI Kab. Barru, Ketua TP PKK Barru, Pimpinan Perbankan, Camat Soppeng Riaja,Ketua Forum Peduli KAMASE (Kejuangan Andi Mattalatta dan Sejarahnya),Pengurus FKPPI Sulsel, Pengurus DPP IARMI) Sulsel, dan Undangan lainnya.(Khalil)

Berita Terkait

Tindakan Gercep Pemkab Barru Atasi Pohon Tumbang Tutup Jalan Nasional
Andi Ina Minta Percepatan Pembangunan Masjid Raya
Rutan Kelas II B Barru Gelar Isra Mi’raj, Perkuat Iman dan Kebersamaan
Eks Panglima TNI Puji Cara Kapolres Barru Promosi Parawisata Lewat Medsos
Ini Yang Dibahas Bupati Andi Ina Saat Coffee Morning Kepala OPD
Bupati Andi Ina Harap Call Center 112 Dijaga dan Cepat Respon
12 Desa di Barru Gelar Pilkades Serentak Mei 2026
RKPD Dokumen Perencanaan Tahunan Miliki Peran Strategis
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 05:16 WIB

Tindakan Gercep Pemkab Barru Atasi Pohon Tumbang Tutup Jalan Nasional

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:31 WIB

Andi Ina Minta Percepatan Pembangunan Masjid Raya

Jumat, 30 Januari 2026 - 05:45 WIB

Rutan Kelas II B Barru Gelar Isra Mi’raj, Perkuat Iman dan Kebersamaan

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:47 WIB

Eks Panglima TNI Puji Cara Kapolres Barru Promosi Parawisata Lewat Medsos

Rabu, 28 Januari 2026 - 04:47 WIB

Ini Yang Dibahas Bupati Andi Ina Saat Coffee Morning Kepala OPD

Berita Terbaru

Daerah

Andi Ina Minta Percepatan Pembangunan Masjid Raya

Jumat, 30 Jan 2026 - 22:31 WIB