Sayap.News.Barru- Setahun masa kepemimpinan Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari bersama Wabup Abustan menjadi berkah karena tangan dingin keduanya mampu mengukir berbagai prestasi membanggakan. Salah satu hal krusial yang mengalami perubahan signifikan dilakukan pasangan Andi Ina-Abustan yakni kemampuan menekan angka pengangguran.
Pengangguran menurun dari 6,42 persen di tahun 2024 menjadi 5,07 persen di 2025.
Penurunan angka pengangguran bukan sekadar keberuntungan statistik, melainkan hasil dari kombinasi kebijakan ekonomi, kualitas sumber daya manusia, dan kondisi geografis. Sektor pertanian, perikanan dan peternakan hingga saat ini masih mendominasi sektor utama dari pekerjaan masyarakat kabupaten Barru. Ketiga bidang ini paling banyak digeluti warga daerah tersebut.
Areal persawahan yang memproduksi padi dan tanaman palawija lainnya sudah ditekuni para warga dari dulu hingga sekarang. Disektor ini pemerintah sangat berperan meningkatkan produksi pangan sehingga lebih banyak melibatkan pekerja dan hal itu memberi efek eoonomi dengan mengurangi angka pengangguran.
Disektor perikanan juga merupakan indikator yang banyak menyerap tenaga kerja karena secara geografis. Kabupaten Barru memiliki garis pantai sekitar 75 kilometer sehingga warga yang bermukim.disekitar pantai banyak menggeluti pekerjaan sebagai nelayan. Selain itu kabupaten Barru dikenal memiliki potensi peternakan yang cukup besar. Daerah ini dikenal sebagai wilayah pengembangan sapi Bali dan tidak bisa dipungkiri jika sektor peternakan juga menciptakan lapangan kerja yang dapat mengurangi angka pengangguran.
Untuk sektor pertumbuhan ekonomi.baru yang tumbuh pesat saat ini di wilayah kabupaten Barru. Tekhusus dalam pengembangan sektor UMKM saat ini banyak melibatkan generasi muda dalam menciptakan sektor bisnis batu seperti kuliner dan minuman.
Keberhasilan Bupati Barru Andi Ina bersama Wabup Abustan menekan angka pengangguran diakui Kepala Bapelitbangda Barru, Andi Unru, saat dihubungi Sabtu(21/2/2026). Selain sektor pertanian, perikanan dan peternakan sebagai penyumbamg lapangan kerja paling utama karena memang warga Barru lebih dominan bergerak disektor tersebut.
Saat ini kata Andi Unru dimasa kepemimpinan Andi Ina-Abustan muncul indikator baru dengan adanya program makanan bergizi yang mendorong hadirnya SPPG. “Jumlah dapur SPPG sekarang sudah 14 beroperasi di kabupaten Barru dan ini banyak menyerap tenaga kerja. Begitu pula dengan penerimaan besar-besaran PPPK Paruh waktu yang menerima ribuan orang. Hal ini merupakan indikator baru dalam membuka lapangan kerja,” ungkqp Andi Unru.
Tekad Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari untuk.membawa Kabupaten Barru menjadi daerah yang berkeadilan, maju, dan berkelanjutan, serta mempercepat kesejahteraan masyarakat sebagaimana visi-misinya bersama Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, secara perlahan mulai dirasakan warga.
Penegasan Visi Misi untuk memajukan daerah yang dipimpinnya itu disampaikan Andi Ina saat menjadi pembicara dalam Dialog Publik bertema “Barru dalam Nahkoda Perempuan: Setahun Kepemimpinan Andi Ina Kartika Sari” di Makassar, Selasa (17/2/2026).
Dihadapan forum tersebut, Andi Ina membeberkan fase awal kepemimpinan politiknya sebagai Bupati bersama Wabup. “Kami berdua diperhadapkan dengan tantangan berat, terutama kondisi fiskal daerah..Pada 2025, Pemerintah Kabupaten Barru mengalami defisit anggaran sekitar Rp 40 miliar. Kemudian memasuki era 2026, daerah yang dipimpinnya kembali menghadapi pengalihan dana transfer pusat sebesar Rp133 miliar,” beber.Andi Ina.
Tetapi selama Andi Ina-Abustan menakhodai Barru, mampu membawa anggaran pusat dikisaran Rp 400 Milyar. Angka fantastis ini diakui Andi Ina tidak.gampang untuk dibawa pulang ke daerahnya tanpa melalui perjuangan berat.
“Alhamdulillah berkat pertolongan Allah SWT melalui jejaring saya sebagai mantan Ketua DPRD Sulsel, Pengurus Golkar, ketua Organisasi dan sesama alumni yang menjadi jembatan untuk memperoleh anggaran tersebut. Yang pasti dengan perolehan anggaran besar itu ikut menjadi pemicu untuk menciptakan lapangan kerja dan sekaligus ikut menurunkan angka pengangguran,” beber Andi Ina.
Keberhasilan membawa anggaran pusat ke Barru diakui Andi Ina bukan tanpa tantangan. Termasuk dengan kompetitor dari kepala daerah lain. Tetapi sekali lagi siapa yang punya jaringan kuat, maka akan mendapatkan jembatan untuk dilalui
“Perjuangan kami memperoleh rintangan berat. Namun justru di situlah tantangannya, bagaimana saya dan Pak Wakil tetap bisa mewujudkan janji politik,” ujar Andi Ina.
Sementara itu.Peneliti dan konsultan, Muh. Asratillah, menilai pemberitaan mengenai Barru selama setahun terakhir menunjukkan, ” Membangun kekuatan sinkronisasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, disertai konsolidasi internal birokrasi yang cukup kuat menempatkan daerah dibawah kepemimpinan Andi Ina-Abustan ini akan sejajar dan bisa lebih baik dari kabupaten lain di Sulsel,” ucap Peneliti dan Konsultan tersebut.(Khalil)










