Sayap.News. Pangkep— Memasuki hari kelima peristiwa kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung desa Tompobulu kecamatan Balocci kabupaten Pangkep, sejak Sabtu(17/1/2026) hingga Rabu(21/1/2026),baru dua korban ditemukan yakni satu laki-laki dan seorang perempuan.
Saat ini masih ada delapan korban belum ditemukan dan Tim SAR Gabungan masih terus melakukan upaya pencarian korban dan pengangkatan puing-puing pesawat. Kendala medan curam nan terjal dan kondisi cuaca ekstrim menjadi penghambat utama proses pencarian dan evakuasi.
Sampai saat ini masih ada 8 korban belum ditemukan.
Hal ini diungkapkan Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Muhammad Syafii saat memberikan keterangan kepada para wartawan
“Kita berharap ada mujizat terhadap delapan korban yang belum ditemukan. Tim SAR Gabungan masih terus bekerja maksimal dalam melakukan upaya pencarian dan evakuasi. Dua korban sebelumnya memerlukan waktu dalam evakuasi karena adanya hambatan faktor cuaca ekstrim dan medan terjal,” harap Syafii.
Dua korban meninggal dari insiden pesawat ATR 42-500 kata Jenderal bintang dua dari kesatuan Angkatan Udara ini, sementara dalam proses identifikasi dari pihak Kepolisian.
“Meski begitu dua hal tersebut tidak akan membuat Tim SAR Gabungan langsung menyerah. Segala hal dilakukan seperti melakukan upaya evakuasi korban melalui jalur udara dengan menggunakan helikopter,” jelasnya.
Saat ini tim Disaster Victim Identification( DVI) Bidokkes Polda Sulsel sudah berhasil mengidentifikasi korban jenis kelamin perempuan yang merupakan jenazah Florencia Lolita(33) yang merupakan seorang pramugari pesawat ATR 42-500.
Hal ini diungkapkan Kepala Bidokkes Polda Sulsel, Kombes Pol Muhammad Haris saat memimpin press release hasil identifikasi korban pesawat ATR 42-500.
Jenazah Florencia Lolita Wibisono teridentifikasi dengan nomor post mortem 62B.01 cocok dengan ante mortem nomor AM004, jenis kelamin perempuan, umur 33 tahun,” ujar Kombes Pol Muhamad Haris.( Udi)










