Sayap.News.Barru— Teman-teman sekolah korban tenggelam di SMK Pelayaran Lintas Nusantara Barru tak menyangka jika Tri Wulandari harus pergi untuk selama-lamanya. Taruni ini memang tenggelam, tetapi bagi rekannya begitu cepat, karena saat itu beberapa diantara rekannya sempat menyaksikan sebelum terseret arus air, ia tampak panik setelah pakaian yang dicuci terhanyut hingga berusaha meraihnya, tetapi keburu terjatuh dibatu yang licin.
Ketika Tri Wulandari terpeleset langsung terseret arus air yang sangat deras dan hilang dari pandangan temannya. Meski teman korban beberapa kali berteriak minta tolong kepada warga sekitar. Sayang teriakan rekannya nyaris tak didengar warga di tempat kejadian perkara.
Berdasarkan fakta-fakta kejadian sebelum Taruni Sekolah Pelayaran ini ditemukan dalam kondisi sudah bernyawa.
Ketika itu korban sempat mencuci pakaian di sungai yang terletak di belakang SMK Pelayanan Lajulo Kelurahan Tuwung Kecamatan Barru Kabupaten Barru, Selasa(4/11/2025).sekitar pukul 18.00 Wita. Korban Wulandari bersama tiga rekannya masing-masing Nayla Zahara, Elvanadilla, Asraini Sahrini, dan Nur Karmila sedang mencuci pakaian di tepi sungai yang berada di belakang SMK Pelayaran Lajulo
Pada saat itu, salah satu pakaian milik korban dalam ember terbawa arus sungai sehingga korban berusaha mengambilnya dengan turun ke dalam air, Namun, akibat kondisi batu yang licin serta arus sungai yang cukup deras, korban terpeleset dan terseret arus ke bagian tengah sungai kemudian teman-teman korban sempat berteriak meminta tolong kepada warga sekitar, namun korban sudah tidak terlihat di permukaan air. Warga yang datang ke lokasi kemudian melakukan upaya pencarian awal,
Korban baru ditemukan sekitar pukul 20.10 wita dalam keadaan tidak sadarkan diri kemudian dibawah kerumah sakit Lapatarai Barru menggunakan Mkbil Patroli Polsek Barru untuk dilakukan pemeriksaan medis, namun korban dinyatakan sudah meninggal sebelum.tiba di RSUD.
Dari keterangan rekan korban,.Nayla Zahara diketahui bahwa sebelum kejadian korban sempat terlihat panik karena pakaian yang dicucinya hanyut terbawa arus. Saat ia berusaha meraihnya, korban terpeleset ke sungai dan terseret arus deras. Saksi sempat melihat korban melambaikan tangan meminta pertolongan sebelum akhirnya tenggelam. Karena arus deras dan kondisi sungai cukup dalam, saksi tidak berani turun ke sungai dan segera meminta bantuan warga sekitar.
Kapolsek Barru Kompol Muhammad Anwar dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa ini. Dalam kejadian itu seorang siswa ditemukan tenggelam di sungai belakang sekolah SMK Pelayaran Lintas Nusantara.
“Saat terima laporan bahwa ada warga tenggelam. Pihak Polsek langsung mendatangi TKP dan menggelar koordinasi dengan Basarnas, untuk dukungan personel serta peralatan SAR. Setelah itu kami melakukan interogasi dengan teman korban dan masyarakat,” ujar Kompol Anwar.
Perwira berpangkat satu bunga ini juga menjelaskan bahwa pihaknya turut melakukan upaya pencarian melalui penyisiran disepanjang aliran sungai
dan akhirnya korban ditemukan, kemudian diberikan pertolongan dengan mengangkat Korban secara bersama-sama ke Mobil Patroli
“Jadi saat ditemukan korban atas nama Tri Wulandari kita evakuasi ke RSUD Lapatari Barru. Berdasarkan keterangan medis. Pasien datang dalam keadaan tidak sadar, tidak ada lagi denyut nadi dan napas, muka pucat, mulut berbusa dan dinyatakan sudah meninggalkan dunia,” pungkasnya.( Udi)










