Sayap.News.Barru– Kini penemuan mayat wanita di Sungai Paria terungkap jika seorang nenek berusia 83 tahun dan bernama Ma’ Solo. Sehari-hari korban bekerja mencari kerang di sungai yang juga tempat akhir perjuangannya dalam mencari nafkah tambahan.
Ceritanya Ma Solo ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dalam keadaan terapung dengan posisi tengkurap, Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 06.00 Wita, di sungai di Dusun Paria Desa Lempang Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru.
Adanya laporan warga kemudian ditindaklanjuti personil Polsek Tanete Riaja mendatangi TKP terkait ditemukan seorang perempuan dalam keadaan meninggal dunia di sungai dengan posisi tengkurap mengapung.
Menurut Kapolsek Tanete Riaja, Iptu Mudaffar yang dikonfirmasi menyatakan, korban terapung itu seorang perempuan bernama Soloh(83) yang lebih akrab dipanggil Ma Solo merupakan warga Dusun Garongkong Desa Lempang Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru
Berdasarkan keterangan saksi menyebutkan sekitar pukul 05.40 Wita, Kamis(9/4/2026) dirinya meninggalkan kediamannya menuju ke sungai Paria. Saat tiba di sungai itu sekitar pukul 06.00 Wita untuk mengecek jaring ikan atau penangkap ikan
“Tetapi alangkah kagetnya ini saksi, ketika langsung turun ke sungai untuk memeriksa jaring ikan yang telah di pasang, tiba-tiba melihat ada sosok.mayat yang mengapung dalam posisi tengkurap,” ujar Mudaffar.
Saksi ini kemudian memanggil warga di sekitar TKP untuk melihat dan memastikan kalau yang mengapung adalah seorang mayat . Informasi ini sampai juga ke pihak Kepolisian.
Dari laporan warga, kata Mudaffar ditindaklanjuti Personil Polres Barru bersama personil Polsek Tanete Riaja yang di pimpin oleh Kapolsek Tanete Riaja IPTU Mudhaffar, S.H, M.H tiba di TKP untuk mengevakuasi korban
Selanjutnya korban di bawa ke Puskesmas Lisu untuk di lakukan pemeriksaan Visum
“Dirumah korban tinggal sendiri kampung Garongkong desa Lempang karena dua anaknya tinggal diluar kabupaten Barru. Satu diantaranya merantau ke Malaysia dan satu lagi berdomisili di Mandalle kabupaten Pangkep,” terangnya.
Dari hasil visum sesuai keterangan dokter tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan yang menyebabkan kematiannya pada tubuh korban.( Udi)










