Abdul Faisal Angkat Bicara Menyoal Pemakzulan Gibran

- Jurnalis

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 18:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sayap.news,Makassar- Indonesia butuh pemimpin yang bersih, adil, dan lahir dari proses yang benar, dan tebukti dengan kompeten dalam bekerja untuk bangsa.

Terkhusus di Kota Makassar, suara-suara kritis mulai menggema. Dari Gerakan Pemakzulan Gibran, menyuarakan keresahan itu. Bukan karena kebencian pribadi, tapi karena cinta pada demokrasi yang mulai dilukai.

Ada tiga alasan Dugaan besar kenapa Gibran harus dipertanyakan legitimasinya bahkan layak untuk dimakzulkan:

1. Dugaan Korupsi yang Serius
Nama Gibran disebut-sebut dalam dugaan korupsi yang melibatkan keluarganya. Kalau ini terbukti benar, maka itu adalah pelanggaran berat terhadap hukum dan moral publik. Seorang wakil presiden tidak boleh punya bayang-bayang kasus seperti ini.

2. Pencalonan yang Cacat Etika
Mahkamah Konstitusi sudah memutus: proses pencalonan Gibran melanggar etika. Ini bukan sekadar formalitas — ini soal integritas. Kalau dari awal prosesnya salah, hasil akhirnya juga tidak bisa dibenarkan. Demokrasi tidak boleh jadi panggung dagelan kekuasaan.

Baca Juga :  DPRD Barru Tolak Tuduhan Disebut Penghalang Pemberhentian Anggota Dewan

3. Kasus Akun “Fufufafa”
Publik berhak tahu kebenaran soal akun ini. Jika akun tersebut benar milik Gibran dan isinya bermasalah, ini mencerminkan watak dan nilai yang tak pantas dimiliki oleh pejabat negara. Pemimpin seharusnya memberi contoh, bukan menyembunyikan wajah lain di balik akun palsu.

Di sisi lain, upaya hukum kita juga dibatasi oleh regulasi yang semakin sempit. RKUHAP 2025 menutup banyak ruang praperadilan dengan dalih “izin pengadilan”, padahal seharusnya semua upaya paksa bisa diuji. Proses praperadilan cuma dikasih 7 hari dan pemeriksaan pun hanya formalitas. Ini jelas bukan sistem hukum yang berpihak pada rakyat.

Baca Juga :  Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

“Pemakzulan bukan tindakan ekstrem Ini adalah jalan konstitusional ketika pemimpin tak lagi bisa dipercaya. Kita punya hak untuk bersuara, bertanya, dan menuntut kejelasan.
Demokrasi bukan cuma soal pemilu. Demokrasi adalah soal akuntabilitas,”ucap Faisal.

Ia juga menyerukan ke seluruh rakyat Indonesia khususnya anak muda, akademisi, aktivis, dan semua yang peduli  untuk bersama mengawal proses ini. Saatnya kita bersihkan demokrasi dari manipulasi, dari penyalahgunaan kekuasaan, dan dari kepentingan keluarga yang dibungkus kekuasaan negara.

“Gibran harus dievaluasi, demi rakyat dan Demi demokrasi,”tutup Faisal.

Berita Terkait

Ini KNPI, Bukan Gerindra
Oknum Legislator Pangkep Dilaporkan Dugaan Kasus Tipu-tipu
Pasar Murah Golkar Barru Tawarkan Kebutuhan Pokok
DPRD Barru Tolak Tuduhan Disebut Penghalang Pemberhentian Anggota Dewan
Tiga Komisi Kompak BK Bahas Tatib dan Kode Etik Dewan
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
The Changing Face of America: How Demographic Shifts are Reshaping the Nation
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 21:15 WIB

Ini KNPI, Bukan Gerindra

Jumat, 9 Januari 2026 - 16:23 WIB

Oknum Legislator Pangkep Dilaporkan Dugaan Kasus Tipu-tipu

Senin, 29 September 2025 - 10:37 WIB

Pasar Murah Golkar Barru Tawarkan Kebutuhan Pokok

Jumat, 12 September 2025 - 06:44 WIB

DPRD Barru Tolak Tuduhan Disebut Penghalang Pemberhentian Anggota Dewan

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 18:08 WIB

Abdul Faisal Angkat Bicara Menyoal Pemakzulan Gibran

Berita Terbaru

Daerah

Andi Ina Bahas Keterbatasan Anggaran Saat Musrenbang

Selasa, 31 Mar 2026 - 05:54 WIB