Sayap.News.Pangkep— Peran You Tube saat ini memang sangat besar dalam proses pembelajaran untuk mengetahui sesuatu. Tindakan kejahatan sekalipun bisa dipelajari dari sini. Dari cara itulah otak pelaku berhasil membobol ATM milik PT Bank Sulselbar Pangkep di depan kantor Disdik di kecamatan Bungoro dan dihalaman kantor Camat Labakkang.
Pengakuan belajar dari YouTube ini diungkap salah seorang otak pelaku pembobol ATM berinisial MRA(29) usai dicokok Satresmob Polda Sulsel bersama Resmob Polres Pangkep dan Satreskrim. Polsek Bungoro. Sebelum belajar dari Youtube MRA sempat nonton TV dan menyaksikan adanya tayangan siaran penangkapan pembobol ATM.
Dari tayangan penangkapan pelaku pembobol ATM di Televisi, mendorong niat MRA belajar dari Youtube tentang cara membobol anjungan tunai mandiri. Otak pelaku ini kemudian menghubungi dua rekannya untuk melakukan aksi pembobolan ATM.
Ketiga pelaku ini lalu menyusun strategi sebelum melakukan aksi pembobolan. Mulai dari persiapan peralatan hingga alat transportasi masuk dalam agenda kejahatan yang sudah dirancang para pelaku.
Selain membawa tabung gas dan kompressor serta alat lainnya. Para pelaku juga menggunakan dua kendaraan mobil. Satu unit mobil Avanza dan Tronton. Kedua kendaraan itu memiliki fungsi berbeda. Mobil tronton tersebut diparkir depan ATM untuk melindungi aksinya. Sedangkan Avanza dirental untuk dipakai mengangkut alat dan ditumpangi para pelaku. Aksi ketiganya di ATM Bank Sulsebar di Bungoro berhasil membawa kabur uang Rp 120 juta.
Sayang para pelaku pembobolan ATM ini lupa jika aksinya terekam CCTV sehingga lebih mudah terlacak oleh aparat Kepolisian dan terbukti dari CCTV itu menjadi petunjuk awal hingga ketiga pelaku ini bisa diringkus Tim Resmob Polda Sulsel bersama Resmob Polres Pangkep dan Satreskrim Polsek Bungoro.
Dari CCTV Polisi bisa mengenali identitas pelaku dan kemudian melakukan pengembangan penyelidikan hingga berhasil meringkus setelah terekam kamera CCTV milik Bank Sulselbar.
Ketiga pelaku yang diringkus masing-masing berinisial MRA (29), R alias Ode (44), dan HER (33). Mereka diringkus di lokasi berbeda oleh personel Satreskrim Polsek Bungoro bersama Tim Resmob Polres Pangkep yang dibackup Tim Resmob Polda Sulsel, Sabtu malam (10/1/2026).
Awalnya petugas berhasil menciduk MRA di salah satu hotel di Jalan Ance Daeng Ngoyo, Kecamatan Panakkukang, kemudian HER diamankan saat sedang menunggu muatan di Jalan Galangan Kapal Makassar. Penangkapan tidak berhenti sampai disitu saja.
Polisi juga membekuk R alias Ode di wilayah Parangloe, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar.
Pengungkapan kasus pembobolan ATM ini diakui Panit II Opsnal Reskrim Polsek Bungoro, IPTU Agussalim.
IPTU Agus mengungkapkan bahwa aksi pembobolan ATM ini berawal dari pelaku saat menonton TV tentang tayangan penangkapan aksi pembobolan ATM.
“Otak pelaku awalnya menyaksikan berita di televisi tentang pembobolan ATM yang berhasil. Dari berita itu, dia belajar melalui YouTube dan menyiapkan peralatannya,” ujar Agussalim, Senin (12/01/2026).
Menurut Agus, MRA berperan sebagai otak pelaku sekaligus penyedia alat. Barang bukti berupa tabung gas, tabung oksigen, selang, alat las potong (blender api), serta perlengkapan lain diamankan dari rumah MRA di Kelurahan Pao-pao, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.
Saat melakukan aksinya, ketiga pelaku memiliki peran berbeda. MRA menyediakan peralatan dan menyusun rencana, R alias Ode bertugas memotong mesin ATM, sementara HER bertugas sebagai sopir truk tronton untuk menutup pandangan warga.
“Dua pelaku memakai mobil rental Avanza. Setelah itu, satu orang pelaku datang memarkir truk tronton tepat di depan ATM agar aktivitasnya tidak terlihat oleh orang yang melintas,” beber Agussalim.
Setelah truk terparkir, pelaku mulai beraksi. Ada yang berjaga di kendaraan, ada yang mengawasi sekitar, dan satu orang melakukan eksekusi dengan memotong mesin ATM menggunakan alat las berbahan gas dan oksigen.
Agus juga menjelaskan jika selama sepekan dari aksi tersebut para pelaku membobol dua lokasi ATM berbeda, yakni ATM Puskesmas Bungoro dan ATM di halaman Kantor Camat Labakkang.
Dari hasil penyelidikan sementara, kata Agus kerugian yang dialami pihak Bank diperkirakan mencapai Rp 120 juta. Namun, uang hasil kejahatan belum ditemukan.
Disebutkan pihak Kepolisian jika kasus pembobolan ATM ini bermotif ekonomi. MRA nekat melakukan pembobolan karena terlilit utang rentenir sehingga berniat mengajak dua rekannya untuk melakukan aksinya.
“Kini ketiga pelaku sudah diamankan dan ditahan di Polres Pangkep untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi masih terus melakukan proses pengembangan kasus ini,” pungkasnya.( Udi)










