Sayap.News.Pangkep– Entah masalah apa yang membuat SP (41) murka kepada LW (51) yang tidak lain kerabatnya sendiri saat mendatangi rumahnya di kampung Bonto Bila-bila desa Pattalassang kecamatan Labakkang kabupaten Pangkep,sekitar pukul 16.00 Wita, Senin(6/4/2026). Saat itu SP tetiba mengayunkan sebilah parang ke arah bagian belakang tubuh LW.
Meski dalam keadaan terluka, LW tetap memberikan perlawanan sebagai upaya membela diri dengan mengambil alat penjemur gabah berupa kayu yang dipasangi plat kendaraan. Alat inilah yang digunakan LW untuk membacok. Duel berdarah ini tak terhindarkan, SP yang disebut-sebut mengalami gangguan kejiawaan lebih dulu jatuh tersungkur hingga dilarikan ke Puskesmas Labakkang bersama LW yang mengalami luka serius. Hanya saja SP cuma sebentar di Puskesmas karena luka yang dialami sangat parah hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Batara Siang di Pangkajene.

Akibat luka serius yang dialami membuat SP sulit tertolong nyawanya hingga dinyatakan meninggal dunia di RSUD Batara Siang.
Kasat Reskrim Polres Pangkep AKP Muhammad Saleh kepada awak media membenarkan adanya peristiwa yang menyebabkan seorang warga meninggal dunia dan satu warga lainnya yang terlibat duel mengalami luka serius. Seperti diketahui bahwa korban meninggal dunia dalam kondisi mengalami gangguan kejiwaan dan ini dibuktikan adanya surat keterangan dari dokter ahli jiwa.
“Kasus duel maut yang menyebabkan seorang warga meninggal dunia di RSUD Batara Siang sedang dalam proses penyelidikan,” ujar AKP Muhammad Saleh.

Satu korban luka sekaligus terduga pelaku dalam duel ini, kata Kasat Reskrim, Lawak yang sedang proses perawatan medis. “Saat ini dalam penjagaan aparat Reskrim hingga membaik dan selanjutnya akan menjalani pemeriksaan intensif,” pungkasnya.( Udi)










